Exploring another side of Taiwan (Kaohsiung)

Sebenarnya ini adalah kali pertama aku melakukan jalan-jalan di luar kota bukan untuk kepentingan apapun. Awalnya, jalan-jalan ini adalah sesuatu yang tak teragendakan. Cerita ini nyambung antara dua episode sebelumnya, “Saksikan, Aku seorang muslim” yang berangkat dari Tainan ke Kaohsiung dan “Berdiri, lebih baik” dari stasiun besar kaohshiung ke Masjid besar Kaohsiung melalui kereta bawah tanah (KMRT-Kaohsiung Mass Rapid Transit). Tujuan utama kami adalah ke Masjid besar Kaohsiung untuk melakukan mabit bersama, mahasiswa muslim Taiwan dari berbagai Negara. Pagi hari di hari berikutnya, aku dan temanku, Metrima, mahasiswa Material Science – NCKU berencana untuk pergi menikmati pemandangan sisi lain di Taiwan, Kaohsiung.

Oke, langsung saja. Dari masjid besar, kami berencana untuk pulang sebenarnya namun entah hati ini terbersit untuk berkunjung ke beberapa tempat wisata, diataranya yang akan kami tuju waktu itu adalah Fo Guang Shan Buddha Memorial Centre, Kaohsiung Main Public Library, Menara Dragon Tiger, The Dome of Light, Biara Fo Guang Shan, Beiji Xuantian Shangdi, Wuliting, Qiming Tang, Chunghsing Pagoda, Bicycle Road Bridge, Zuoying Xianshu Sanshan Temple. Hhmmm…. dari ke 11 lokasi itu, bisa sampe 8 lokasi yang bisa kami kunjungi. Banyak juga, Hhehe.. pantas saja, lhawong lokasinya berdekatan. Dari masjid besar menuju MRT, kami meuju ke stasiun Weiwuying yang lokasinya sangat dekat. Untuk lebih mudah dalam melakukan perjalanan menggunakan kereta bawah tanah, coba pahami sistem transportasinya, pasti akan sangat memudahkan.

Oke, langsung saja… dalam gambar, kita tahu bahwa ada dua ujung dari garis merah dan orange. Setiap kereta, akan menuju kepada garis-garis ujung itu (orange pada ujung kanan dan kiri, sendangkan warna merah ujungnya ada di kanan atas dan kanan bawah), kita harus mengingat-ingat nama stasiun di ujung garis merah dan garis orange. Dan ada pertemuan antara garis merah dan orange, disini kita bisa memilih untuk berganti jalur merah atau orange. Contohnya kita berada di stasiun Weiwuying yang berada pada simbol O10 garis orange, tujuan kita adalah stasiun Zouying yang beradapada simbol R16. Artinya, kita harus turun di pertemuan garis orange dan merah itu, untuk berganti kereta api…Lalu bagaimana kita memilih keretanya? Jadi kita cari kereta yang menuju ke ke stasiun O1(Sizihwan-orange), namun kita turun di stasiun O5/R10 (Formosa Boulevard) dan mencari kereta ke arah R24(Gangshan South-merah)… lalu kita turun ke R16 (Zouying).. begitu saja.. gampang kan? hhehe

DSC_2256

Bagiku, Kereta ini sangat unik, tidak menggunakan ID card/ easy card untuk melakukan akses keluar-masuk, salah satu caranya adalah dengan membeli tiket koin yang ada disekitar pintu masuk. Satu koin hanya beberapa NT saja, namun kita dapat mengelelingi seluruh Kaohsiung dengan satu uang koin itu. Inget, beli satu saja dalam satu perjalanan, jangan mengkoleksi koin itu untuk tiket pulang, kalo tidak kamu akan kena masalah karena koin itu terduplikat dan tidak dapat digunakan lagi, lalu kamu tidak dapat keluar dari stasiun itu dan akan membayar ulang untuk tiket pulangmu. hhehe (*korban)

 

Kereta ini sangat nyaman, cepat dan akurat, hhehe akurat dalam waktunya. Iya!, Kedatangan kereta terjadwal dengan rapih, berselang 5 menit kereta akan datang, jika penuh kita bisa menunggu untuk mengantri kereta berikutnya. Hmm. . Kenapa ya yang terheran-heran hanya aku aja? hhehe

DSC_2295

Uniknya lagi, kita dapat menikmati wisata di persimpangan antara garis merah dan orange di stasiun Formosa Boulevard yang terkenal dengan nama Dorm of Light.Tengok saja, banyak banget pengunjung/penumpang yang datang untuk menikmati pemandangan diatasnya. Konon……………

DSC_2298

Formosa Boulevard

DSC_2308

Sesampai di stasiun Zouying

Sekarang kami sudah sampe di stasiun Zouying, pertama kami bingung bagaimanca cara kami untuk ke tempat tujuan wisata. Aku mengetahui nomor bis nya, namun ternyata sepertinya sudah ada perbedaan antara website dan dilapangan. Ternyata, di depan stasiun terdapat papan yang menunjukkan berbagai lokasi pariwisata. dari garis paling bawah, hingga garis jalan paling atas yang disana adalah lokasi wilayah pantai.

Pilih saja tujuanmu. kami hanya mengunjungi tempat wisata yang dekat-dekat saja yang ada di pinggiran danau, tidak jauh dari lokasi stasiun yaitu yang hanya 10 menit dengan menggunakan bus. Itupun sudah sangat capek. hhehe

 

 

 

Advertisements

Apakah Islam mengajarkan pluralisme?

Muslim adalah umat yang sangat kokoh, jika ia benar dengan pemikiran islamnya, maka tidak ada suatu apapun yang dapat menghentikan dia kecuali kehendak Allah SWT. Oleh sebab itu, orang-orang yang kontra dengan Islam, mereka berusaha untuk menyerang muslimuun dari segi pemikiran sehingga membuatnya jauh dari nilai-nilai Islam.

Salah satu pemahaman yang keliru yang sangat populer kali ini yang saya ingin share adalah masalah pluralisme. Terkejut saya mendengar perkataan dari seorang wanita, ia adalah wanita yang nomor satu di Indonesia ini, masih muda, ia mengatakan ingin mengembangkan pluralisme untuk memberantas radikalisme. Ntah dia berbicara seperti ini sudah memahami hakikat “radikal” atau belum. Apalagi radikal yang dilekatkan dengan Islam. Merupakan suatu hal yang sangat sensitif. Dia mengatakan bahwa dengan pemahaman pluralisme, maka ia dapat menghormati perbedaan. Lalu apa yang dimaksud dengan menghormati perbedaan menurut pemahaman pluralisme? Ini yang perlu untuk dikaji lebih lanjut (Semampu saya, dari hanya beberapa literatur saja). Dan apakah kita ini sebagai muslim juga sudah terkontaminasi dengan pemahaman pluralisme?

Continue reading “Apakah Islam mengajarkan pluralisme?”

Ilmu

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan kali ini, saya ingin mensharing sekaligus sebagai penasihat dan pengingat diri tentang kewajiban menuntut ilmu.

Seperti yang kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Menuntut ilmu dari buku, majelis taklim, dari sekolah-sekolah dan dimanapun adanya, jika kita mengalami kesalahan dalam berbuat, kemudian ada seseorang yang mengingatkan. Maka, itulah pelajaran. Ilmu yang kita dapatkan.

Namun, Bagaimana dengan ilmu yang kita pelajari, kemudian lupa. Hilang ntah kemana. Maka imam syafii membuat sebuah syair yang menganjurkan kita untuk menuliskannya sebelum sebelum ilmu itu hilang. Karena Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat, Adalah tindakan bodoh ketika berburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat dikeramaian. Continue reading “Ilmu”

Semangat Badiuzzaman Said Nursi

Badiuzzaman Said Nursi, begitu besar rencana Allah terhadap orang-orang fasik yang berusaha untuk meredamkan cahayaNya. Ditengah hiruk-pikuk kejatuhan kekhilafahan Turki Utsmani 1877-1960 Masehi. Allah SWT hanya memberi satu orang saja kepada masayarakat yang dapat menerangi cahaya islam. Di era kejatuhan khilafah usmaniyyah, banyak filosof yang mengatakan bahwa, salah satunya adalah dari filosof Nietzche yang mengatakan “Tuhan telah mati”. Namun, Allah swt hanya memerintahkan satu orang yang zuhud yang dapat mengembalikan kejayaan Islam kembali. *kita sedang menunggunya* dari salah satu buku-buku yang mengantarkannya yaitu Risalah an-Nur.

Dulunya adalah pemuda yang cerdas yang daya hafalnya diluar jangkauan manusia. Ingatannya seperti flashdisk, meng-copy-paste suatu file tanpa ada yang korup. Mampu memadukan kurikulum ilmu agama dengan ilmu modern yang selama ini kita tempuh. Beliau mengatakan: “Ilmu-ilmu agama adalah lentera hati, sementara ilmu-ilmu modern adalah cahaya akal. Ketika dipadukan, kebenaran akan tersingkap jelas hingga obsesi seorang pelajar akan tergugah dan melambung tinggi dengan kedua sayap itu, namun ketika terpisah, maka akan lahir fanatisme pada yang pertama dan timbul keraguan pada yang kedua.”

Beliau adalah ulamanya para ulama, memenangi berbagai diskusi, meski dikumpulkan beberapa ulama terbaik, terlihat bahwa beliaulah yang tetap terbaik. Beliau berusaha untuk membuat kurikulumnya diterapkan disuluruh pelosok Turki. Namun, “Komite Persatuan dan Kemajuan” yang dibawa oleh “pemuda turki”/young turk yang telah terobsesi dengan ilmu modern yang mengesampingkan ilmu agama melawannya dengan menolak mentah-mentah gagasan Badiuzzaman Said Nursi.
***
Pada saat detik-detik jatuhnya turki utsmani, tersontaklah Said Nursi terhadap perkataan pm inggris yang mengatakan:
“Selama Al-Qur’an masih berada di tangan kaum muslimin, maka kita tidak bakal mampu menguasai mereka. Tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali menghapusnya dari wujud atau memutuskan hubungan antara Al-Qur’an dan umat Islam.”
Berita ini benar-benar menguncang jiwa Said dan membuatnya tak bisa tidur. Said Nursi pun mengatakan pada orang disekelilingnya: “Akan kubuktikan pada dunia bahwa Al-Qur’an adalah matahari maknawi yang sinarnya tak pernah redup bahkan mustahil dipadamkan”.
***
Said Nursi sadar bahwa suatu hal yang akan menghancurkan islam adalah diri kita sendiri (masyarakat) yang tidak mempunyai kecintaan dan pemahaman terhadapnya. Maka muncullah beliau dengan gagasan baru membuat buku “risalah an-nur” yang tujuannya adalah menghidupkan jiwa-jiwa masyarakat yang redup terhadap cahaya Alquran.
***
Badiuzzaman = keajaiban zaman ini.
Ini adalah gelar yang disematkan oleh masyarakat kepada Said Nursi.
***
http://www.sozleregypt.com/static/okuma/LAMAHATINDONESIAN.pdf

View on Path

Yaudalah, jalani aja takdir ini…. Hhmm

Hhm… Kali ini saya pengen membahas masalah takdir.. Karena banyak sekali seseorang menyalahkan takdir. Saya sempet denger ketika temen-temen bilang… “Ahh ya beginilah takdir, yang penting dijalanin dengan sabar”, “ya ini takdirku, aku harus siap jalanin”, “sedih banget, ternyata dia bukan takdirku, tapi gakpapa aku akan menunggu takdir yang lain”…. Hzzzttt..

Continue reading “Yaudalah, jalani aja takdir ini…. Hhmm”

Exploring the suburb of Tainan (Anping)

Kali ini, aku jalan – jalan ke pingiran kota Tainan. Dimana Tainan adalah kota yang terletak di bagian barat dari Taiwan. Ternyata Tainan adalah kota tertua yang menjadi cikal bakal berdirinya Taiwan. Di kota ini dulunya adalah pusat pemerintahan pertama dibentuk. Sama seperti Yogyakarta yang dipindah ke Jakarta. Kami sering bilang kalo Tainan adalah Jogjanya Indonesia. hhehe. Namun sekarang, pusat pemerintahan Taiwan ada di Taipei. Dan kota ini menjadi sebenarbenarnya Jogja kerena kaya akan budaya lokalnya, tradisinya.

Kota ini termasuk kota yang tahan banting, karena pernah mengalami nasib yang sama dengan kota-kota di Indonesia yaitu dijajah oleh Belanda selama 300 tahun. Sehingga banyak pula peninggalan-peninggalannya seperti benteng Fort Anping yang sekarang ini bernama Fort Zeelandia, Anping old street, confucius tample, gunung garam, Tainan night market dll. Tainan juga terkenal akan tempat-tempat wisata sejarahnya, selain itu juga menjadi tempat kuliner yang populer juga. Untuk itu, Aku dan teman-teman kali ini berkunjung ke salah satu taman di pinggiran pantai Anping yang bernama Taman Lin Mo Niang. 
Continue reading “Exploring the suburb of Tainan (Anping)”

Aku, Bukan Siapa

Aku tidak tahu, bagaimana kelak, bahkan bagaimanapun sekarang

Maksudnya begini, 

Hati seseorang sangat lah gampang berubah- ubah dalam setiap waktunya

Tentunya perubahan itu ialah akibat dari perilaku dan niat pada pelaku

Dan kita harus terus berusaha dan berdoa agar Allah menjaga hati ini 

Dahulu, kita pasti mempunyai sisi kejahiliyahan sendiri-sendiri

Dari kejahiliyahan secara fisik, maupun secara arti

Continue reading “Aku, Bukan Siapa”