Takdir Allah siapa yang tahu

Sekarang hari kamis, 29 Januari 2015. Di akhir liburan perkuliahan mulai memasuki semester genap. Dan aku mulai memasuki semester ke-8, berharap ini adalah semester terakhir bagiku untuk kuliah Sarjana di ITS. Doakan saya lulus tepat waktu ya guys.. 🙂 Belum lama rasanya aku menjadi maba, dan sekarang sudah menjadi yang tertua dari angkatan sarjana ini. Begitu cepat waktu berjalan dan begitu lama rasanya bagiku untuk menyesuaikan diri dalam hidup ini. Memulai untuk melanjutkan jenjang atau cukup rasanya untuk menjadi tulang punggung. Ahhh ….

Hari ini sangat mengagetkan, sekitar tiga bulan yang lalu kira – kira pada bulan November aku menghadiri acara pernikahan temanku (senior) dari TC-ITS angkatan 2009,  Agus namanya, biasa kupanggil mas agus, dan istrinya yang bernama Asih dari Statistika-ITS. Keduanya seorang aktivis dakwah. Sekarang ia telah melakukan study di Prancis (S2), dan sekarang bekerja di Puskom, ITS. Menghadiri pernikahannya di rumah mertuanya, 1………………., Surabaya. Senang rasanya melihat teman yang melakukan pernikahan, senyum – senyum senang dan tawa satu sama lain dibalik gemetarnya saat melakukan sungkem. Aku melihatnya, hhaha, Ya !! aku melihatnya. Sungguh iri melihat itu semua. Menunggu waktu untuk menanti giliranku kelak. Hhehe.. .

Namun berbeda dengan hari ini, malam hari, setelah sholat isya, aku kembali kerumah mertuanya dengan duka dan lara, kabar ini memang mengagetkanku, istrinya, Asih telah dipanggil kembali menghadap Allah SWT. Kabar ini kudapat dari temanku, disore hari dikala mendung sembari meneteskan rintikan hujan.  Benar – benar kaget rasanya, begitu cepat waktu berjalan, namun kehidupan juga tidak kalah cepat akan berakhir. Umur memang hanya Allah SWT yang tahu. Dan Allah SWT yang menentukan kadar kehidupan seseorang. …………….

Aku menghadiri pemakamannya, namun tidak sempat untuk melihat pem-bumiannya. Jadi aku menunggu didepan rumahnya dengan tutupan terpal yang tersedia untuk berteduh, karena malam itu hujan. Beberapa saat kemudian aku melihatnya dengan tetesan air matanya, mata yang memerah tanda duka yang tak tertahankan. Sempat ku terdiam sesaat, menunggu antrian untuk memberikan salam duka dan doa.

Yaa Allah, Engkau maha besar, Engkau menggenggam dunia di tangan kiriMU dan dikananMU adalah akherat. Engkau adalah raja dari para raja. Tidak ada awal dan akhir. Semua di alam ini mengikuti perintahmu kecuali yang KAU ijinkan (yaitu Manusia dan Jin), karena KAU beri kebebasan bagi mereka untuk memilih jalan yang baik dan lurus ataupun sebaliknya, buruk dan sesat. Melalui rasulmu, Muhammad SAW dengan kitabmu yang suci, Alquran.

———————————- is typing ———————————————————


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s