Yang dinilai prosesnya, bukan hasil akhirnya

Ramadhan 1436 Hijriah telah berakhir, pelatihan satu bulan kita telah usai, belum tentu kita sudah siap dari cobaan 11 bulan kedepan. Namun kendati demikian, tak henti – hentinya kita harus berusaha untuk┬áselalu mengingat Allah SWT dengan cara melakukan kebiasaan – kebiasaan yang kita lakukan di bulan ramadhan.

Semua kita, harus tetap berusaha dalam pendekatan kepada sang Khaliq dalam keadaan apapun, bertingkah laku, makan, istirahat dan apapun segala aktivitas kita agar di setiap langkah bernilai pahala di hadapanNYA. Kita di dunia, tentu saja akan banyak sekali mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalani hidup. Dengan pahitnya hidup ini, kita tetap harus berusaha untuk berjalan lurus dalam jalanNYA dan meminta pertolongan dan petunjukNYA.

Kita tidak bisa harus diam dalam menghadapi hidup ini, apalagi jika kita sampai terlepas dari jalan yang telah ditentukan Allah SWT, yaitu di jalan islam. Sedikit kita menyimpang dari jalanNya, maka makin sara pulalah yang akan kita jalani di kehidupan kelak.

Perjuangan hidup ini, terdapat dalam kisah-kisah nabi dan orang-orang shaleh di zaman dahulu. Sedikit kisah nabi musa yang dalam dakwahnya menghadapi perlawanan oleh raja Fira’un hingga dikejar sampai ke lautan. Namun, Allah menyelamatkan nabi-Nya dengan menyuruhnya untuk memukul tongkatnya ke arah laut, sehingga terbelah lah laut itu menjadi dua. Kemudian Musa dan kaumnya melitasi laut itu untuk menyelamatkan dari dari serangan Fira’un.

Membelah Laut Merah.Peristiwa itu terjadi ketika Nabi Musa as. bersama para pengikutnya menyelamatkan diri dan pengejaran Fira`un. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS. 26/Asy-Syu`aro: 63)

Kenapa Allah SWT menyuruh nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan? bukankah Allah maha tinggi ilmunya. Bukankah Allah bisa langsung menghancurkan kaum Fira’un? atau tanpa melakukan pemukulan tongkat, sehingga dengan sendirinya laut terbelah? Allah SWT pasti mempunyai banyak cara untuk menyelamatkan nabinya. Bukankah kita temukan ketidak wajaran dari surah ini, dari sebilah tongkat panjang yang dipukulkan, sehingga dapat membelah laut yang luas itu. Sungguh ini benar-benar diluar batas akal manusia. Lalu bagaimana kita harus mengambil hikmahnya?

Continue reading “Yang dinilai prosesnya, bukan hasil akhirnya”

Advertisements