Perjuangan Islam tiada akhir (part 1)

Islam, memang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian dunia. Dimana banyak sekali kejadian-kejadian ekstrim yang melibatkan pemeluk keyakinan ini. Dan bahkan diperparah dari media-media sekuler yang menceritakan kebohongan demi kepentingan diri dan kelompoknya.ย  Dari masalah kepolitikan, keilmuwan, kesehatan, kependudukan, dan keekonomian. Namun, disini aku tidak menceritakan yang terlalu berbelit-belit, hanya sebagian kecil secara umum yang menjadi topik hangat di abad ini.

Langsung saja dari isu yang terdengar sebelumnya, sempat menjadi topik yang hangat tentang LGBT yang dilegalkan di negeri paman syam (Amerika) hingga menimbulkan perdebatan dan mulai berani munculnya komunitas pendukung-pendukung di hadapan publik. Kemudian, dari berita yang deklarasikan oleh amerika ini, menjadi pemicu negara-negara lain yang diperjuangkan oleh komnitas tersebut, dari Turki, UK, dan bahkan negeri tercinta ini, Indonesia, untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Namun, hanya beberapa negara yang dapat mempertahankan prinsipnya, yaitu mengharamkan nikah sesama jenis ini, terutama negara dengan penduduk yang prioritasnya adalah umat muslim. Tekanan yang masiv ini sangat dirasakan oleh berbagai negara, salah satunya adalah Turki. Dengan pemimpinnya yang terkenal kental dengan ke-Islamannya, melakukan kontra ditengah masyarakat yang sebagian sekuler.

Landasan mereka yang diambil dari berbagai artikel ilmiah, dapat disimpulkan bahwa mereka mengatakan mencintai sesama jenis adalah gen yang mungkin saja bisa terjadi (kasarannya seperti itu). Dengan mengesampingkan akal, logika dan moral sert menyertakan hawa nafsu yang membara di dalam dada. Jika memang hal tersebut ditinjau dalam ilmu sains, teknologi dan hal tersebut tidak berdampak pada kesehatan. Maka yang bisa dipegang sekarang bagi umat muslim ini hanyalah ‘faith’, kepercayaan. Melalui ini, kita bisa mempelajari dan mencari tahu dampak buruknya lgbt dalam ilmu sains (yang baru), yang dilandaskan pada asas keislaman. Karena sekarang ini (dalam keilmuwan modern), kita(islam) masih kalah dan belum bisa untuk membuktikannya.

Dalam kasus lain, tentang kesehatan yang terkandung dalam makanan. Mereka mencoba untuk menentang apa yang ada dalam alquran tentang “Pengharaman Babi”. Pengharaman babi yang terjadi ini, mereka percaya bahwa babi diharamkan karena, berbagai alasan, dari segi psikologis (perilaku babi, yang nanti dijelaskan secara terpisah) misal cara dan bagaimana cara makannya dan dari segi kesehatan yang banyak mengandung penyakit, seperti adanya cacing pita dan lain-lain. Sehingga memang benar2 buruk bagi konsumen.

Tapi, dengan perkembangannya zaman sekarang ini, dengan teknologi pakan ternak yang dapat memodifikasi pakan babi sehingga menjadi bersih, dengan sangat mudah kita dapat mengendalikan kandungan kolesterol, sodium yang ada pada dagingnya. Teknologi peternakannya dapat mengkondisikan cara pemeliharaan sehingga bersih. Teknologi pangan dapat mengatasi segala isu cacing pita dsb. Semua teknologi itu tersedia dan relatif sudah dipakai untuk ternak-ternak lainnya.

Dan dengan adanya teknologi ini. Mereka beragumen bahwa, “berarti babi sudah tidak beresiko lagi dong?”. Hingga mereka kembali mengkritiki Al-Quran dalam hal pengharamannya.

Semakin kita(Islam) berusaha menjelaskan rasionalnya, semakin keras upaya mereka untuk mereka dalam mengatasi tantangan itu. kemudian pada suatu ketika, mereka pun akan tiba masanya untuk mengatakan “we have overcome the issue. Now, will you consume that innocent pig?” dengan perkataan ini, maka akan dipastikan secara tidak langsung mereka juga melakukan pelecehan terhadap keyakinan kita.

Lalu jawaban dari beberapa pemuka islam untuk menanggapi kasus ini bagaimana? Semua jawaban mereka adalah tidak menghalalkan babi untuk dimakan, tapi mereka mengatakan “ini adalah soal keyakinan. Dan saya tidak akan beradu argumentasi tentang hal ini”. Ini menunjukkan keloyalitasan dan keimanan mereka terhadap agama mereka(islam).

Kembali lagi, coba bayangkan, Aku pernah mengikuti diskusi dan lihat argumen seperti ini. Mereka bertanya “kenapa turki tidak melegalkan lgbt?” lalu sebagian dari yang lain menjawab, “because turki is a religion country”. Nahh… Tau maksudnya kan, berarti mereka paham antara agama dan aturan kebebasan mereka junjung. Dan yang berkuasa mulai mengaburkan hal-hal seperti itu dengan keilmuwan mereka yang iya unggulkan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa, jawaban terbaik adalah “kepercayaan”. Karena kita (islam) masih kalah untuk membuktikannya (untuk kontra-lgbt) dalam hal keilmuwan. Kita dapat melihat cerita kaum luth yang di azab karena perbuatan keji yang mereka lakukan, dapat dilihat pada link dibawah ini:

Islamicityhttp://www.islamicity.com/science/QuranAndScience/destruction/GeneratedFilesnoframe/ThePeopleofLutandTheCitywhichwasTurnedUpsideDown.htm

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa kita sebagai umat muslim diharapkan untuk unggul dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam segi politik, ekonomi, dan lain sebagainya, namun dalam hal keilmuwan juga perlu untuk diunggulkan agar menjadi contoh dan membuat peradaban islam yang unggul.

Selain dari segi keilmuwan tersebut untuk membuat peradaban Islam, aku akan mengulas masalah fasion yang menjadi daya tarik kaum muda. yang insyaallah aku jelaskan pada sesi selanjutnya.

Advertisements

One thought on “Perjuangan Islam tiada akhir (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s