Merenungi nikmat Allah

Banyak sekali nikmat dari Allah yang diberikan kepada kita hingga kita lupa untuk bersyukur. Bahkan kita lupa dengan nikmat yang telah kita rasakan. Termasuk nikmat makan, nikmat tidur, nikmat kenyamanan, nikmat sehat, dan bahkan dikala sendiri, Allah menemani kita dan melihat kita. Kita lupa, bahwa yang kita lakukan sekarang ini adalah karena izin dari Allah SWT. Allah tidak akan luput sedikit pun dari apa yang kita lakukan. Bahkan hembusan nafas. Bisakah kita menghirup udara yang segar ini tanpa izinNYA? Iya….. kadang kita ini lupa…. 😦 Kita lupa kepada sang pencipta…. dan luput untuk bersyukur…

Allah mengenali kita satu per-satu di dunia ini secara individual. Tidak ada seorang pun yang mengenali kita secara individual di dunia ini. Allah bahkan mengenali kita hingga sifat-sifat kita, keinginan kita, apa yang terbesit sekalipun di dalam hati. Bukan seperti BOS kita yang ada diantor(tempat kerja), mungkin hanya mengenal kita sebagai karyawan, nama dan posisi kita ditempat kerja dan hal sedikit yang lainnya, hhhmmm.. atau mungkin juga lupa.

Dengan banyaknya nikmat itu, kita tahu bahwa Allah menyayangi kita.. Hingga… Niat yang terbesit dihati kita, niat baik akan dicatat sebagai pahala, namun untuk niat yang buruk, allah melarang malaikat untuk mencatanya dalam buku catatan. Dan menginginkan kita untuk bertaubat kepadaNYA..

Oleh karena itu, mari di bulan Ramadhan ini, kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Merenungkan seberapa banyak nikmat yang telah kita dapat. dan bertaubat. Sungguh Allah merindukan rintihan kita, duduk merunduk dan tangah menengadah, tanda harapan kita kepadaNYA.

Advertisements

Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits”

Kita pasti tahu, apa itu kebiasaan. Kebiasaan adalah sesuatu yang kita lakukan secara berulang-ulang disetiap harinya. Taukah kamu, bahwa kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari ini bisa kita rubah sesuai dengan yang kita mahu. Syaratnya harus dengan tekat yang kuat dan secara kontinyu. Jika kalian sudah merencanakan kebiasaan itu, dilakukan satu hari, dua hari hingga beberapa hari setelahnya. Namun pada hari tertentu, kamu menyerah dan tidak melakukan kebiasaan itu (seperti mengaji, sholat sunnah, tidur dan lebih awal/ bangun lebih awal)? maka, kita akan susah untuk membuat ulang “kebiasaan” itu, dan kembali ke siklus awal. Jadi, bagaimana cara kita konsisten dan membuat kebiasaan itu melekat pada diri kita? mari tengok disini:

1. Aturan 30 hari
Tahu maksudnya? Iya, menurut bukunya Felix siauw dengan judul “habits”. kebiasaan itu akan menjadi kebiasaan bagi kita jika melakukan kebiasaan itu lebih dari 23 hari secara kontinyu. Jangan sampe ‘skip’ pada hari-hari tertentu. Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Kita sudah difasilitasi membuat kebiasaan baik itu. Selama 30 hari ini, mari kita memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih seperti melakukan (Sholat sunnah ‘dhuha’, Sholat subuh dimasjid berjamaah, baca alquran).
2. Apa yang kamu rencanakan, lakukan kebiasaan itu dengan terus menerus, dan jangan ‘skip’ karena malas. Hingga, kebiasaan itu sudah melekat padamu dan kamu merasa ada sesuatu yang hilang jika tidak melakukannya.
3. lakukan motivasi
Pikirkan apa alasanmu untuk membuat kebiasaan itu, dan keuntungan dari menjalankannya. Dan jika tidak melakukannya, apa dampaknya
4. Luruskan niat setiap harinya. Ingat bahwa yang kita lakukan adalah ibadah kepada Allah SWT semata.

Continue reading “Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits””