Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits”

Kita pasti tahu, apa itu kebiasaan. Kebiasaan adalah sesuatu yang kita lakukan secara berulang-ulang disetiap harinya. Taukah kamu, bahwa kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari ini bisa kita rubah sesuai dengan yang kita mahu. Syaratnya harus dengan tekat yang kuat dan secara kontinyu. Jika kalian sudah merencanakan kebiasaan itu, dilakukan satu hari, dua hari hingga beberapa hari setelahnya. Namun pada hari tertentu, kamu menyerah dan tidak melakukan kebiasaan itu (seperti mengaji, sholat sunnah, tidur dan lebih awal/ bangun lebih awal)? maka, kita akan susah untuk membuat ulang “kebiasaan” itu, dan kembali ke siklus awal. Jadi, bagaimana cara kita konsisten dan membuat kebiasaan itu melekat pada diri kita? mari tengok disini:

1. Aturan 30 hari
Tahu maksudnya? Iya, menurut bukunya Felix siauw dengan judul “habits”. kebiasaan itu akan menjadi kebiasaan bagi kita jika melakukan kebiasaan itu lebih dari 23 hari secara kontinyu. Jangan sampe ‘skip’ pada hari-hari tertentu. Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Kita sudah difasilitasi membuat kebiasaan baik itu. Selama 30 hari ini, mari kita memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih seperti melakukan (Sholat sunnah ‘dhuha’, Sholat subuh dimasjid berjamaah, baca alquran).
2. Apa yang kamu rencanakan, lakukan kebiasaan itu dengan terus menerus, dan jangan ‘skip’ karena malas. Hingga, kebiasaan itu sudah melekat padamu dan kamu merasa ada sesuatu yang hilang jika tidak melakukannya.
3. lakukan motivasi
Pikirkan apa alasanmu untuk membuat kebiasaan itu, dan keuntungan dari menjalankannya. Dan jika tidak melakukannya, apa dampaknya
4. Luruskan niat setiap harinya. Ingat bahwa yang kita lakukan adalah ibadah kepada Allah SWT semata.


5. Memohon pertolongan kepada Allah SWT, karena semua yang kita lakukan adalah atas izin Allah SWT.
Ada hal yang menarik terkait kebiasaan ini. Dari buku yang berjudul “The power of habits” oleh Charles Duhigg. Salah satu objek studynya adalah terkait orang yang “lupa ingatan” (laki-laki agak tua). Apa yang terjadi? Ternyata, kebiasaan adalah sesuatu yang lebih daripada ingatan. Dia lebih melekat pada diri seseorang daripada ingatannya. Dalam studinya, orang yang lupa ingatan itu, dia tidak lagi mengenali orang-orng terdekatnya, namanya, statusnya, bahkan istrinya sendiri (tergolong lupa ingatan permanen). Dia tidak dapat mengenalinya. Namun, ketika orang itu sedang berada dirumah, dia tahu bahwa makanan ada di kulkas, dia membuka kulkas dan mengambil kacang yang ada di dalam kulkas. Dia membuka kacang itu dan memakannya. Hal ini sangat mengherankan. Contoh yang lain lagi, ketika ia ada di WC dan membuka keran, tangannya mendekati keran dan memutar tuas keran sehingga airnya keluar. Dia pun bisa kembali kerumahnya tanpa bantuan istrinya, karena sempat istrinya kehilangan suaminya di suatu tempat. Ketika istrinya pulang, dia mendapati suaminya berada dirumah menyalakan TV.

Kasus lain adalah seseorang yang memelihara marmut didalam kamarnya, lengkap dengan kandangnya. Pada minggu2 awal, orang itu dapat mencium bau marmut itu, dia dapat membedakan bau “kamarnya + kandang marmut” dengan kamar orang lain yang tanpa memelihara hewan. Namun setelah berselang beberapa minggu hingga sebulan, orang tersebut sudah merasakan nyaman dengan kamarnya sendiri. Namun, ketika ada orang lain yang masuk kamar itu, orang itu dapat mencium bau marmut itu….
Jadi, kita dapat simpulkan bahwa kebiasaan adalah sesuatu yang melebihi pikiran kita. Dia juga melekat pada indra penciuman kita “marmut”. Dan lain halnya pada kasus “lupa ingatan”, kebiasaan itu akan tetap melekat. Jadi bagaimana kalo kita mempunyai kebiasaan buruk?

Sahabat formmit, mari gunakan Ramadhan ini untuk membuat kebiasaan yang baik, bisa meluangkan waktu untuk mengaji, sholat sunnah (rowati/tahajud/dhuha) dll. Setelah kita dapat melakukan kebiasaan itu dalam satu bulan ini, lanjutkan kebiasaan itu pada 11 bulan berikutnya. Jika itu semua telah menjadi kebiasaan kita, pada saat ketika kita luput dalam sehari, inshaallah kita tetap akan mendapatkan amal/pahala yang biasa kita lakukan itu (kebiasaan). eeiitts…. tapi jangan keterusan.. :pKarena untuk membangun ulang suatu kebiasaan itu lebih sulit.

Selamat menunaikan ibadah puasa.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s