Panggilan yang dirindukan

Aku termenung, kulihat HP-ku tiada tanda-tanda notifikasi, WhatsApp, Facebook sudah aku lihat berturut-turut, tiap jam , tiap menit. Sama saja. Entah, hari ini sangat hampa sekali. Biasanya sore-sore begini aku buka-buka buku, atau artikel-artikel namun kenapa hari ini sangat malas sekali, bahkan selembar dua lembar pun.

Tiba-tiba HP ku berbunyi, “Bip bip bip”… nahh… Akhirnya juga, batinku. Ku ambil Hp ku dan kubuka pesannya. Kali ini berbeda, ternyata bukan pesan dari dua sosial media itu (WA dan FB). Dan pas Aku buka, ehh… ternyata pesan dari operator -___-“. “Ketik reg spasi nada dering kamu….. bla bla bla” aku lanjutkan membaca.. Hah.. belum ada satu bulan Aku beli pulsa, demen banget operator SMS in aku. Aku kira jodohku. Hhehehe… Maklum, ‘usia rentan nikah.’ Aku barusan lulus kuliah di umur 22 tahun, sudah bekerja di BAPPEKO Surabaya, dan baru ngontrak di Surabaya, kurang apalagi kalo nggak mendatangi rumah mertua? (bercanda… dilarang baper 😀 ). Namun, nampaknya rumah mertua pada masih mengunci pintu. hhehe (Jangan sedih!, banyak temennya 😀 ).
Continue reading “Panggilan yang dirindukan”

Advertisements

Saksikan, Aku seorang muslim

Jum’at jam 05.00 PM di stasiun kereta-Tainan-, Aku dan temanku Khalil (dari Pakistan) yang pernah aku ceritakan sebelumnya. Kami akan menuju ke Masjid Besar Kaohshiung. Kali ini, Aku tidak memilih kereta express, namun memilih kereta lain yang lebih lambat, kira-kira sekitar 45  menit atau 15 menit lebih lama daripada kereta express. Tidak lama kami menunggu, kereta telah tiba. Karena memang interval antara satu dengan yang lainnya hanya sekitar 20-30 menit. Kereta yang aku naiki seperti MRT bawah tanah, namun ini menghubungkan antar kota (Tainan-Kaohsiung-Pintung).

Kami naik, disusul bersama dengan 3 orang lainnya orang Indonesia. Hmm.. di dalam terasa sangat nyaman dan dingin meski kami berdiri, lebih dingin dari pada musim panas di luar sana. Suatu saat di perjalanan, kami (orang Indonesia) berkumpul bersama saling menceritakan kisah-kisah. Temanku, dengan gaya gamis putihnya yang sangat kental dengan gaya Islam. Ditambah dengan topi sederhananya berwarna putih bundar. Sungguh sangat menonjolkan sisi Islamnya. Dengan kemampuan sederhananya berbahasa mandarin, dia mengajak orang lokal untuk menanyakan seputar percakapan sehari-hari. Pertama orang lokal itu sangat enggan dan bingung mau menjawab pertanyaan dari temanku ini. Namun, dengan disambut dengan senyuman ikhlas yang ia bawakan, orang lokal itu memutuskan untuk menjawabnya dengan senang hati. Lalu, bercakap-cakap lah kelompok mereka dengan temanku ini. Continue reading “Saksikan, Aku seorang muslim”

Semua, beribadah kepada Allah SWT

Lama sekali hari ini diskusi dengan teman se-iman [28 Juli 2016], di mushola Sheng-li 6 lantai 3. Mushola ini berdiri berkat organisasi (Muslim Student Association) MSA-NCKU yang baru berdiri tahun 2015 yang lalu. Mushola yang sederhana, namun menjadi tonggak dakwah di kampus NCKU, Insyaallah.
Kami berdiskusi lama sekali, salah satu topiknya adalah tentang beribadah/sholat.. Continue reading “Semua, beribadah kepada Allah SWT”

Berdiri, Lebih Baik

Pelajaran semester pertama telah usai, dan liburan di musim panas telah dimulai. Aku sebagai mahasiswa yang bekerja di lab tidak bisa menikmati liburan ini dengan sepenuhnya. Tetap saja, weekdays, aku selalu menjenguk lab untuk melakukan riset. Sedangkan hari sabtu dan minggu adalah salah satu waktu luangku untuk berlibur.

Tok-tok-tok, Assalamualaikum.. Kamis malam, temanku datang ke kamarku. “Masuk” aku bilang.. Kok dia gak masuk, batinku. “Masuk!” aku timpali dengan suara lebih keras. Namun tak dibuka juga pintu itu yang tak terkunci. Dengan langkah malas, aku turun dari kamarku yang ada di tingkat dua. Turun, dan kubuka pintu itu. Dia menyapa “Hello Assalamualaikum, Are you busy brother?”. “No, please come in” jawabku mendadak. Walah . . . pantesan diem aja, ternyata bukan orang indo, batinku. Dia dari Pakistan dengan Gamisnya yang sering ia kenakan. Continue reading “Berdiri, Lebih Baik”