Semangat Badiuzzaman Said Nursi

Badiuzzaman Said Nursi, begitu besar rencana Allah terhadap orang-orang fasik yang berusaha untuk meredamkan cahayaNya. Ditengah hiruk-pikuk kejatuhan kekhilafahan Turki Utsmani 1877-1960 Masehi. Allah SWT hanya memberi satu orang saja kepada masayarakat yang dapat menerangi cahaya islam. Di era kejatuhan khilafah usmaniyyah, banyak filosof yang mengatakan bahwa, salah satunya adalah dari filosof Nietzche yang mengatakan “Tuhan telah mati”. Namun, Allah swt hanya memerintahkan satu orang yang zuhud yang dapat mengembalikan kejayaan Islam kembali. *kita sedang menunggunya* dari salah satu buku-buku yang mengantarkannya yaitu Risalah an-Nur.

Dulunya adalah pemuda yang cerdas yang daya hafalnya diluar jangkauan manusia. Ingatannya seperti flashdisk, meng-copy-paste suatu file tanpa ada yang korup. Mampu memadukan kurikulum ilmu agama dengan ilmu modern yang selama ini kita tempuh. Beliau mengatakan: “Ilmu-ilmu agama adalah lentera hati, sementara ilmu-ilmu modern adalah cahaya akal. Ketika dipadukan, kebenaran akan tersingkap jelas hingga obsesi seorang pelajar akan tergugah dan melambung tinggi dengan kedua sayap itu, namun ketika terpisah, maka akan lahir fanatisme pada yang pertama dan timbul keraguan pada yang kedua.”

Beliau adalah ulamanya para ulama, memenangi berbagai diskusi, meski dikumpulkan beberapa ulama terbaik, terlihat bahwa beliaulah yang tetap terbaik. Beliau berusaha untuk membuat kurikulumnya diterapkan disuluruh pelosok Turki. Namun, “Komite Persatuan dan Kemajuan” yang dibawa oleh “pemuda turki”/young turk yang telah terobsesi dengan ilmu modern yang mengesampingkan ilmu agama melawannya dengan menolak mentah-mentah gagasan Badiuzzaman Said Nursi.
***
Pada saat detik-detik jatuhnya turki utsmani, tersontaklah Said Nursi terhadap perkataan pm inggris yang mengatakan:
“Selama Al-Qur’an masih berada di tangan kaum muslimin, maka kita tidak bakal mampu menguasai mereka. Tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali menghapusnya dari wujud atau memutuskan hubungan antara Al-Qur’an dan umat Islam.”
Berita ini benar-benar menguncang jiwa Said dan membuatnya tak bisa tidur. Said Nursi pun mengatakan pada orang disekelilingnya: “Akan kubuktikan pada dunia bahwa Al-Qur’an adalah matahari maknawi yang sinarnya tak pernah redup bahkan mustahil dipadamkan”.
***
Said Nursi sadar bahwa suatu hal yang akan menghancurkan islam adalah diri kita sendiri (masyarakat) yang tidak mempunyai kecintaan dan pemahaman terhadapnya. Maka muncullah beliau dengan gagasan baru membuat buku “risalah an-nur” yang tujuannya adalah menghidupkan jiwa-jiwa masyarakat yang redup terhadap cahaya Alquran.
***
Badiuzzaman = keajaiban zaman ini.
Ini adalah gelar yang disematkan oleh masyarakat kepada Said Nursi.
***
http://www.sozleregypt.com/static/okuma/LAMAHATINDONESIAN.pdf

View on Path

Advertisements