Ilmu

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan kali ini, saya ingin mensharing sekaligus sebagai penasihat dan pengingat diri tentang kewajiban menuntut ilmu.

Seperti yang kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Menuntut ilmu dari buku, majelis taklim, dari sekolah-sekolah dan dimanapun adanya, jika kita mengalami kesalahan dalam berbuat, kemudian ada seseorang yang mengingatkan. Maka, itulah pelajaran. Ilmu yang kita dapatkan.

Namun, Bagaimana dengan ilmu yang kita pelajari, kemudian lupa. Hilang ntah kemana. Maka imam syafii membuat sebuah syair yang menganjurkan kita untuk menuliskannya sebelum sebelum ilmu itu hilang. Karena Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat, Adalah tindakan bodoh ketika berburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat dikeramaian.

Namun bagaimana jika kita sangat susah dalam memahami ilmu itu? Mungkin itu bukan dikarenak bahwa kita bodoh. Setiap manusia itu mempunyai keunggulan masing-masing. Dan Allah memberi kemuliaan manusia di atas makhluk lain yang manusia mempunyai akal dan fikiran. Jadi, kemungkinan kita sangat susah dalam menimba ilmu itu dikarenakan dosa-dosa kita.

Ilmu itu adalah cahaya, maka jangan redupkan ia dengan kemaksiatan.

Maka untuk mendekati cahaya itu, tingkatkanlah taqwa kedapa Allah SWT.

Quran surah kedua, Albaqarah ayat 282. Surah terpanjang di quran. Ayat ini hingga sampai satu lembar.

Untuk kajian ilmu ini, kita fokuskan pada ayat yang paling bawah.

Artinya: Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Maka Allah akan ajarkan kita banyak pengetahuan. Bahkan kalimatnya ditulis dengan menggunakan fi’il midorik,  , kalo ada kalimat dalam Bahasa arab yang diawali dengan huruf Ya. Itu disebut dengan mudorik. Dalam Bahasa inggris mempunyai tiga arti, present, continue, future. Makanya, untuk mendapatkan ilmu yang kita kejar ini, dan mungkin dalam memahaminya sangat susah. Baca berkali-kali tidak paham-paham. Coba perhatikan bagaimana kondisi ketakwaan kita kepada Allah. Karena dalam ayat sudah disebutkan. Perhatikan, Kalo ada seseorang bisa meningkatkan taqwanya kepada Allah, maka Allah akan mengajarkan ia pengetahuan yang sangat luas. Entah itu sekarang yang ia butuhkan, atau terus ketika kita sedang membutuhkan sesuatu, misal contoh pada waktu diberi pilihan yang mendadak shingga kita bias memutuskan dengan cara yang matang. Atau pada masa yang akan datang yang dibutuhkan suatu ilmu. Lihat didalam ayatnya, bahwa kita tidak perlu lelah mendapatkan ilmunya, namun Allah akan mengajarkan dan menanamkan ilmu dalam dirinya.

Jadi kalo kita ingin menghafal ilmu dengan baik, belajar dengan baik, dan bagaimana bisa caranya menguatkan ingatan. Maka, di dalam alquran teorinya hanya ada satu. Tingkatkan taqwa.

Ibnu hajar al-atsqalani. Nama aslinya ialah Zaid.

Ia mempunyai banyak karya, yaitu ahli hadis, ahli alquran, namun lebih dikenal dengan ahli hadist. Salah satu karya yang dikenal adalah bulughul maram. Nama aslinya ialah Zaid.

Kisahnya ialah, beliau ini adalah anak cerdas, namu beliau ditinggal orangtuanya, ayah dan ibunya. Sampai pada waktu dalam keadaan belajar, karena dia mengalami tekanan yang luarbiasa. Sehingga secara singkat ia kehilangan kekuatan ingatan. Belajar susah, dalam taklim sulit menangkap sesuatu. Bahkan yang mudah-mudah sulit untuk dihapalkan padahal teman yang lainnya sudah hafal dan berganti materi. Sehingga pada suatu waktu ia mendapatkan kesusahan dalam menerima ilmu itu, sampai dia putus asa dan meninggalkan sekolahnya. Hingga ia pergi keluar dari kelas. Begitu berjalan meratapi dirinya. Dan hujanpun turun pada saat itu, ia langsung pergi ke gua untuk berteduh dan mendengar tetesan air ketika hujan reda. Kemudian beliau diam dan saat dia itu ia mendengar suara. Air yang menetes batu. Sehingga batu yang keras itu berlobang. Hanya terkena tetesan-tetesan air yang halus.

Sabar dijalani.

Kalo tidak dengan kuasa allah, impossible

Lalu ia kemudian kembali ke kelas dan mendiskusikan kepada ibunya.

Disini kita telah mendapatkan konsepnya. Air yang lembut itu dengan konsisten menetesi batu dengan patuh terhadap perintah Allah SWT. Hujan turun adalah karena ia patuh kepada ketetapan Allah SWT. Tetesan hujan turun dengan patuh terhadap Allah SWT. Air saja yang ia patuh kepada Allah dapat melobangi batu yang sedemikian kerasnya. Apalagi kita sebagai manusia. Makhluk yang diciptakan Allah SWT diantara makhluk lain.

Maka bertakwalah kepada Allah, wattaqullaha, maka allah akan memberikan ilmu kita terus menerus, wayungallikumullah.

Apa yang terjadi dengan beliau setelah beberapa masa dan meningkatkan takwa kepada Allah?

Ia dapat menghafal buku shahih albukhori. Yang tadinya sangat sulit untuk menghafal satu hadis saja susah. Sekarang dengan ketakwaan nya ia dapa menghafal buku sedemikian banyaknya dan bahkan membuat buku.

Ada salah satu contoh yang didalam alquran surah ke 75 ayat 16-18. Muhammad adalah manusia yang paling bertaqwa. Muhammad, jangan tergesa2 lisanmu dalam menghafalkan quran itu. Biarkan kami tanamkan alquran ini kedalam dirimu. Dan kamu yang mengikuti membaca.

Artinya, Orang yang taqwanya meningkat kepada allah, tidak lelah ia untuk mencari ilmu. Allah yang memberikan kepadanya.

Maka, mari kita tingkatkan taqwa dikesempatan bulan Ramadhan ini.

Ilmu itu sifatnya pemberian. Bukan kita mencari ilmu.

Surah 17 ayat 85   dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.

Surah 58 ayat 11

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s