Apakah Islam mengajarkan pluralisme?

Muslim adalah umat yang sangat kokoh, jika ia benar dengan pemikiran islamnya, maka tidak ada suatu apapun yang dapat menghentikan dia kecuali kehendak Allah SWT. Oleh sebab itu, orang-orang yang kontra dengan Islam, mereka berusaha untuk menyerang muslimuun dari segi pemikiran sehingga membuatnya jauh dari nilai-nilai Islam.

Salah satu pemahaman yang keliru yang sangat populer kali ini yang saya ingin share adalah masalah pluralisme. Terkejut saya mendengar perkataan dari seorang wanita, ia adalah wanita yang nomor satu di Indonesia ini, masih muda, ia mengatakan ingin mengembangkan pluralisme untuk memberantas radikalisme. Ntah dia berbicara seperti ini sudah memahami hakikat “radikal” atau belum. Apalagi radikal yang dilekatkan dengan Islam. Merupakan suatu hal yang sangat sensitif. Dia mengatakan bahwa dengan pemahaman pluralisme, maka ia dapat menghormati perbedaan. Lalu apa yang dimaksud dengan menghormati perbedaan menurut pemahaman pluralisme? Ini yang perlu untuk dikaji lebih lanjut (Semampu saya, dari hanya beberapa literatur saja). Dan apakah kita ini sebagai muslim juga sudah terkontaminasi dengan pemahaman pluralisme?

Continue reading “Apakah Islam mengajarkan pluralisme?”

Ilmu

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, pada kesempatan kali ini, saya ingin mensharing sekaligus sebagai penasihat dan pengingat diri tentang kewajiban menuntut ilmu.

Seperti yang kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Menuntut ilmu dari buku, majelis taklim, dari sekolah-sekolah dan dimanapun adanya, jika kita mengalami kesalahan dalam berbuat, kemudian ada seseorang yang mengingatkan. Maka, itulah pelajaran. Ilmu yang kita dapatkan.

Namun, Bagaimana dengan ilmu yang kita pelajari, kemudian lupa. Hilang ntah kemana. Maka imam syafii membuat sebuah syair yang menganjurkan kita untuk menuliskannya sebelum sebelum ilmu itu hilang. Karena Ilmu bagaikan hewan buruan, dan tulisan/pena adalah ibarat tali pengikatnya. Oleh karena itu ikatlah hewan buruanmu dengan tali yang kuat, Adalah tindakan bodoh ketika berburu rusa kemudian setelah rusa itu berhasil ditangkap, kamu biarkan saja dia tanpa diikat dikeramaian. Continue reading “Ilmu”

Yaudalah, jalani aja takdir ini…. Hhmm

Hhm… Kali ini saya pengen membahas masalah takdir.. Karena banyak sekali seseorang menyalahkan takdir. Saya sempet denger ketika temen-temen bilang… “Ahh ya beginilah takdir, yang penting dijalanin dengan sabar”, “ya ini takdirku, aku harus siap jalanin”, “sedih banget, ternyata dia bukan takdirku, tapi gakpapa aku akan menunggu takdir yang lain”…. Hzzzttt..

Continue reading “Yaudalah, jalani aja takdir ini…. Hhmm”

Panggilan yang dirindukan

Aku termenung, kulihat HP-ku tiada tanda-tanda notifikasi, WhatsApp, Facebook sudah aku lihat berturut-turut, tiap jam , tiap menit. Sama saja. Entah, hari ini sangat hampa sekali. Biasanya sore-sore begini aku buka-buka buku, atau artikel-artikel namun kenapa hari ini sangat malas sekali, bahkan selembar dua lembar pun.

Tiba-tiba HP ku berbunyi, “Bip bip bip”… nahh… Akhirnya juga, batinku. Ku ambil Hp ku dan kubuka pesannya. Kali ini berbeda, ternyata bukan pesan dari dua sosial media itu (WA dan FB). Dan pas Aku buka, ehh… ternyata pesan dari operator -___-“. “Ketik reg spasi nada dering kamu….. bla bla bla” aku lanjutkan membaca.. Hah.. belum ada satu bulan Aku beli pulsa, demen banget operator SMS in aku. Aku kira jodohku. Hhehehe… Maklum, ‘usia rentan nikah.’ Aku barusan lulus kuliah di umur 22 tahun, sudah bekerja di BAPPEKO Surabaya, dan baru ngontrak di Surabaya, kurang apalagi kalo nggak mendatangi rumah mertua? (bercanda… dilarang baper 😀 ). Namun, nampaknya rumah mertua pada masih mengunci pintu. hhehe (Jangan sedih!, banyak temennya 😀 ).
Continue reading “Panggilan yang dirindukan”

Semua, beribadah kepada Allah SWT

Lama sekali hari ini diskusi dengan teman se-iman [28 Juli 2016], di mushola Sheng-li 6 lantai 3. Mushola ini berdiri berkat organisasi (Muslim Student Association) MSA-NCKU yang baru berdiri tahun 2015 yang lalu. Mushola yang sederhana, namun menjadi tonggak dakwah di kampus NCKU, Insyaallah.
Kami berdiskusi lama sekali, salah satu topiknya adalah tentang beribadah/sholat..

X : Sebenernya, kita beribadah berapa jam dalam sehari?
jawab Y : Mungkin hanya beberapa jam bahkan menit untuk melakukan sholat wajib, dan sunah. kita hanya menyisihkan beberapa menit dari 24 jam.
X : Bukan, malah, kita beribadah kepada Allah selama 24 jam dalam sehari.. Artinya, kita setiap hari melakukan ibadah. Bagaimana tidak, apa yang kita lakukan adalah sunah rasulullah.. Contoh, jika kita lapar, kita makan. Jika kita haus, minum. jika kita ngantuk kita butuh tidur, dan bahkan setiap kedipan mata adalah ibadah, dengan berkedip mata akan tetap terjaga(basah). Lebih jauh lagi ,apalagi jika ditambah dengan sunah. makan dan minum pakai tangan kanan, masuk WC pakai kaki kiri terlebih dahulu, masuk masjid pakai kaki kanan terlebih dahulu.

Bukankah tanda-tanda lapar, haus dan kantuk dsb adalah terjadi atas izin Allah SWT? Bagaimana jika kita ngantuk, namun tidak juga pergi untuk berehat? itu adalah perbuatan dzalim terhadap diri sendiri. Tubuh kita memberikan tanda-tandanya pada saat-saat tertentu itu adalah ibadah bagi tubuh kita. Jika tubuh kita lemas, ia memberikan tanda tandanya berupa lapar. lalu kita makan. dan kemudian, tubuh kita memberikan tanda-tandanya berupa kenyang. lalu kita berhenti. Masyaallah.. bagaimaka kita bisa merasakan kenyang? jika kita tidak dapat merasakan kenyang, kita akan makan tak henti-hentinya hingga mati. Dengan demikian, kita sangat tahu bahwa kita tidak dapat mengendalikan tubuh kita. Melainkan Allah yang mengaturnya.

Apa yang kita lakukan, pasti akan dipertanggung jawabkan di hari akhir. Dengan demikian, kita tahu benar bahwa tubuh kita ini hanyalah alat untuk kita beribadah kepada Allah. Kamu tahu bahwa nanti tubuh kita akan menjadi saksi atas perbuatan kita? [Fushshilat ayat 19-24]

Continue reading “Semua, beribadah kepada Allah SWT”

Merenungi nikmat Allah

Banyak sekali nikmat dari Allah yang diberikan kepada kita hingga kita lupa untuk bersyukur. Bahkan kita lupa dengan nikmat yang telah kita rasakan. Termasuk nikmat makan, nikmat tidur, nikmat kenyamanan, nikmat sehat, dan bahkan dikala sendiri, Allah menemani kita dan melihat kita. Kita lupa, bahwa yang kita lakukan sekarang ini adalah karena izin dari Allah SWT. Allah tidak akan luput sedikit pun dari apa yang kita lakukan. Bahkan hembusan nafas. Bisakah kita menghirup udara yang segar ini tanpa izinNYA? Iya….. kadang kita ini lupa…. 😦 Kita lupa kepada sang pencipta…. dan luput untuk bersyukur…

Allah mengenali kita satu per-satu di dunia ini secara individual. Tidak ada seorang pun yang mengenali kita secara individual di dunia ini. Allah bahkan mengenali kita hingga sifat-sifat kita, keinginan kita, apa yang terbesit sekalipun di dalam hati. Bukan seperti BOS kita yang ada diantor(tempat kerja), mungkin hanya mengenal kita sebagai karyawan, nama dan posisi kita ditempat kerja dan hal sedikit yang lainnya, hhhmmm.. atau mungkin juga lupa.

Dengan banyaknya nikmat itu, kita tahu bahwa Allah menyayangi kita.. Hingga… Niat yang terbesit dihati kita, niat baik akan dicatat sebagai pahala, namun untuk niat yang buruk, allah melarang malaikat untuk mencatanya dalam buku catatan. Dan menginginkan kita untuk bertaubat kepadaNYA..

Oleh karena itu, mari di bulan Ramadhan ini, kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Merenungkan seberapa banyak nikmat yang telah kita dapat. dan bertaubat. Sungguh Allah merindukan rintihan kita, duduk merunduk dan tangah menengadah, tanda harapan kita kepadaNYA.

Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits”

Kita pasti tahu, apa itu kebiasaan. Kebiasaan adalah sesuatu yang kita lakukan secara berulang-ulang disetiap harinya. Taukah kamu, bahwa kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari ini bisa kita rubah sesuai dengan yang kita mahu. Syaratnya harus dengan tekat yang kuat dan secara kontinyu. Jika kalian sudah merencanakan kebiasaan itu, dilakukan satu hari, dua hari hingga beberapa hari setelahnya. Namun pada hari tertentu, kamu menyerah dan tidak melakukan kebiasaan itu (seperti mengaji, sholat sunnah, tidur dan lebih awal/ bangun lebih awal)? maka, kita akan susah untuk membuat ulang “kebiasaan” itu, dan kembali ke siklus awal. Jadi, bagaimana cara kita konsisten dan membuat kebiasaan itu melekat pada diri kita? mari tengok disini:

1. Aturan 30 hari
Tahu maksudnya? Iya, menurut bukunya Felix siauw dengan judul “habits”. kebiasaan itu akan menjadi kebiasaan bagi kita jika melakukan kebiasaan itu lebih dari 23 hari secara kontinyu. Jangan sampe ‘skip’ pada hari-hari tertentu. Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Kita sudah difasilitasi membuat kebiasaan baik itu. Selama 30 hari ini, mari kita memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih seperti melakukan (Sholat sunnah ‘dhuha’, Sholat subuh dimasjid berjamaah, baca alquran).
2. Apa yang kamu rencanakan, lakukan kebiasaan itu dengan terus menerus, dan jangan ‘skip’ karena malas. Hingga, kebiasaan itu sudah melekat padamu dan kamu merasa ada sesuatu yang hilang jika tidak melakukannya.
3. lakukan motivasi
Pikirkan apa alasanmu untuk membuat kebiasaan itu, dan keuntungan dari menjalankannya. Dan jika tidak melakukannya, apa dampaknya
4. Luruskan niat setiap harinya. Ingat bahwa yang kita lakukan adalah ibadah kepada Allah SWT semata.

Continue reading “Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits””

Persiapan menyambut Ramadhan tiba itu penting

Sekarang, kurang lebih 60 hari atau dua bulan lagi Ramadhan akan tiba. Sungguh kita semua sangat menantikan kedatangannya. Merindukan kedatangannya. Dan menginginkan cepatnya hari-hari yang berlalu sekarang ini agar cepat melangkahkan ke bulan ramadhan.

Namun, yang terpenting bagi kita, bukan dalam menantikan hari-hari itu datang dan merindukan dalam-dalam. Persiapan diri untuk menyambut datangnya ramadhan ini adalah hal yang paling penting. Karena kita akan berjuang mendekatkan diri dengan mengharapkan keridhoan Rab semesta alam di bulan suci ramadhan.Untuk itu, kita harus banyak-banyak berdoa agar diberi kesehatan sehingga dapat melakukan ibadah di bulan ramadhan dengan lancar. Tentu saja kita tidak ingin merasakan penyesalan karena kita telah termakan oleh waktu akibat dari kelalaian-kelalaian dan tidak optimal dari melakukan amalan-amalan di bulan Rhamadan.

Sebelum bulan ramadhan tiba, ada bulan-bulan yang sangat istimewa dan mempunyai keutamaan yang mungkin banyak muslim lupa terhadapnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Sesuai dengan hadist berikut ini : Continue reading “Persiapan menyambut Ramadhan tiba itu penting”

Perjuangan Islam tiada akhir (part 1)

Islam, memang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian dunia. Dimana banyak sekali kejadian-kejadian ekstrim yang melibatkan pemeluk keyakinan ini. Dan bahkan diperparah dari media-media sekuler yang menceritakan kebohongan demi kepentingan diri dan kelompoknya.  Dari masalah kepolitikan, keilmuwan, kesehatan, kependudukan, dan keekonomian. Namun, disini aku tidak menceritakan yang terlalu berbelit-belit, hanya sebagian kecil secara umum yang menjadi topik hangat di abad ini.

Langsung saja dari isu yang terdengar sebelumnya, sempat menjadi topik yang hangat tentang LGBT yang dilegalkan di negeri paman syam (Amerika) hingga menimbulkan perdebatan dan mulai berani munculnya komunitas pendukung-pendukung di hadapan publik. Kemudian, dari berita yang deklarasikan oleh amerika ini, menjadi pemicu negara-negara lain yang diperjuangkan oleh komnitas tersebut, dari Turki, UK, dan bahkan negeri tercinta ini, Indonesia, untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Namun, hanya beberapa negara yang dapat mempertahankan prinsipnya, yaitu mengharamkan nikah sesama jenis ini, terutama negara dengan penduduk yang prioritasnya adalah umat muslim. Tekanan yang masiv ini sangat dirasakan oleh berbagai negara, salah satunya adalah Turki. Dengan pemimpinnya yang terkenal kental dengan ke-Islamannya, melakukan kontra ditengah masyarakat yang sebagian sekuler.

Landasan mereka yang diambil dari berbagai artikel ilmiah, dapat disimpulkan bahwa mereka mengatakan mencintai sesama jenis adalah gen yang mungkin saja bisa terjadi (kasarannya seperti itu). Dengan mengesampingkan akal, logika dan moral sert menyertakan hawa nafsu yang membara di dalam dada. Jika memang hal tersebut ditinjau dalam ilmu sains, teknologi dan hal tersebut tidak berdampak pada kesehatan. Maka yang bisa dipegang sekarang bagi umat muslim ini hanyalah ‘faith’, kepercayaan. Melalui ini, kita bisa mempelajari dan mencari tahu dampak buruknya lgbt dalam ilmu sains (yang baru), yang dilandaskan pada asas keislaman. Karena sekarang ini (dalam keilmuwan modern), kita(islam) masih kalah dan belum bisa untuk membuktikannya.

…Read more

Yang dinilai prosesnya, bukan hasil akhirnya

Ramadhan 1436 Hijriah telah berakhir, pelatihan satu bulan kita telah usai, belum tentu kita sudah siap dari cobaan 11 bulan kedepan. Namun kendati demikian, tak henti – hentinya kita harus berusaha untuk selalu mengingat Allah SWT dengan cara melakukan kebiasaan – kebiasaan yang kita lakukan di bulan ramadhan.

Semua kita, harus tetap berusaha dalam pendekatan kepada sang Khaliq dalam keadaan apapun, bertingkah laku, makan, istirahat dan apapun segala aktivitas kita agar di setiap langkah bernilai pahala di hadapanNYA. Kita di dunia, tentu saja akan banyak sekali mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalani hidup. Dengan pahitnya hidup ini, kita tetap harus berusaha untuk berjalan lurus dalam jalanNYA dan meminta pertolongan dan petunjukNYA.

Kita tidak bisa harus diam dalam menghadapi hidup ini, apalagi jika kita sampai terlepas dari jalan yang telah ditentukan Allah SWT, yaitu di jalan islam. Sedikit kita menyimpang dari jalanNya, maka makin sara pulalah yang akan kita jalani di kehidupan kelak.

Perjuangan hidup ini, terdapat dalam kisah-kisah nabi dan orang-orang shaleh di zaman dahulu. Sedikit kisah nabi musa yang dalam dakwahnya menghadapi perlawanan oleh raja Fira’un hingga dikejar sampai ke lautan. Namun, Allah menyelamatkan nabi-Nya dengan menyuruhnya untuk memukul tongkatnya ke arah laut, sehingga terbelah lah laut itu menjadi dua. Kemudian Musa dan kaumnya melitasi laut itu untuk menyelamatkan dari dari serangan Fira’un.

Membelah Laut Merah.Peristiwa itu terjadi ketika Nabi Musa as. bersama para pengikutnya menyelamatkan diri dan pengejaran Fira`un. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS. 26/Asy-Syu`aro: 63)

Kenapa Allah SWT menyuruh nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan? bukankah Allah maha tinggi ilmunya. Bukankah Allah bisa langsung menghancurkan kaum Fira’un? atau tanpa melakukan pemukulan tongkat, sehingga dengan sendirinya laut terbelah? Allah SWT pasti mempunyai banyak cara untuk menyelamatkan nabinya. Bukankah kita temukan ketidak wajaran dari surah ini, dari sebilah tongkat panjang yang dipukulkan, sehingga dapat membelah laut yang luas itu. Sungguh ini benar-benar diluar batas akal manusia. Lalu bagaimana kita harus mengambil hikmahnya?

Continue reading “Yang dinilai prosesnya, bukan hasil akhirnya”