Semua, beribadah kepada Allah SWT

Lama sekali hari ini diskusi dengan teman se-iman [28 Juli 2016], di mushola Sheng-li 6 lantai 3. Mushola ini berdiri berkat organisasi (Muslim Student Association) MSA-NCKU yang baru berdiri tahun 2015 yang lalu. Mushola yang sederhana, namun menjadi tonggak dakwah di kampus NCKU, Insyaallah.
Kami berdiskusi lama sekali, salah satu topiknya adalah tentang beribadah/sholat..

X : Sebenernya, kita beribadah berapa jam dalam sehari?
jawab Y : Mungkin hanya beberapa jam bahkan menit untuk melakukan sholat wajib, dan sunah. kita hanya menyisihkan beberapa menit dari 24 jam.
X : Bukan, malah, kita beribadah kepada Allah selama 24 jam dalam sehari.. Artinya, kita setiap hari melakukan ibadah. Bagaimana tidak, apa yang kita lakukan adalah sunah rasulullah.. Contoh, jika kita lapar, kita makan. Jika kita haus, minum. jika kita ngantuk kita butuh tidur, dan bahkan setiap kedipan mata adalah ibadah, dengan berkedip mata akan tetap terjaga(basah). Lebih jauh lagi ,apalagi jika ditambah dengan sunah. makan dan minum pakai tangan kanan, masuk WC pakai kaki kiri terlebih dahulu, masuk masjid pakai kaki kanan terlebih dahulu.

Bukankah tanda-tanda lapar, haus dan kantuk dsb adalah terjadi atas izin Allah SWT? Bagaimana jika kita ngantuk, namun tidak juga pergi untuk berehat? itu adalah perbuatan dzalim terhadap diri sendiri. Tubuh kita memberikan tanda-tandanya pada saat-saat tertentu itu adalah ibadah bagi tubuh kita. Jika tubuh kita lemas, ia memberikan tanda tandanya berupa lapar. lalu kita makan. dan kemudian, tubuh kita memberikan tanda-tandanya berupa kenyang. lalu kita berhenti. Masyaallah.. bagaimaka kita bisa merasakan kenyang? jika kita tidak dapat merasakan kenyang, kita akan makan tak henti-hentinya hingga mati. Dengan demikian, kita sangat tahu bahwa kita tidak dapat mengendalikan tubuh kita. Melainkan Allah yang mengaturnya.

Apa yang kita lakukan, pasti akan dipertanggung jawabkan di hari akhir. Dengan demikian, kita tahu benar bahwa tubuh kita ini hanyalah alat untuk kita beribadah kepada Allah. Kamu tahu bahwa nanti tubuh kita akan menjadi saksi atas perbuatan kita? [Fushshilat ayat 19-24]

Continue reading “Semua, beribadah kepada Allah SWT”

Berdiri, Lebih Baik

Pelajaran semester pertama telah usai, dan liburan di musim panas telah dimulai. Aku sebagai mahasiswa yang bekerja di lab tidak bisa menikmati liburan ini dengan sepenuhnya. Tetap saja, weekdays, aku selalu menjenguk lab untuk melakukan riset. Sedangkan hari sabtu dan minggu adalah salah satu waktu luangku untuk berlibur.

Tok-tok-tok, Assalamualaikum.. Kamis malam, temanku datang ke kamarku. “Masuk” aku bilang.. Kok dia gak masuk, batinku. “Masuk!” aku timpali dengan suara lebih keras. Namun tak dibuka juga pintu itu yang tak terkunci. Dengan langkah malas, aku turun dari kamarku yang ada di tingkat dua. Turun, dan kubuka pintu itu. Dia menyapa “Hello Assalamualaikum, Are you busy brother?”. “No, please come in” jawabku mendadak. Walah . . . pantesan diem aja, ternyata bukan orang indo, batinku. Dia dari Pakistan dengan Gamisnya yang sering ia kenakan. Continue reading “Berdiri, Lebih Baik”

Merenungi nikmat Allah

Banyak sekali nikmat dari Allah yang diberikan kepada kita hingga kita lupa untuk bersyukur. Bahkan kita lupa dengan nikmat yang telah kita rasakan. Termasuk nikmat makan, nikmat tidur, nikmat kenyamanan, nikmat sehat, dan bahkan dikala sendiri, Allah menemani kita dan melihat kita. Kita lupa, bahwa yang kita lakukan sekarang ini adalah karena izin dari Allah SWT. Allah tidak akan luput sedikit pun dari apa yang kita lakukan. Bahkan hembusan nafas. Bisakah kita menghirup udara yang segar ini tanpa izinNYA? Iya….. kadang kita ini lupa…. 😦 Kita lupa kepada sang pencipta…. dan luput untuk bersyukur…

Allah mengenali kita satu per-satu di dunia ini secara individual. Tidak ada seorang pun yang mengenali kita secara individual di dunia ini. Allah bahkan mengenali kita hingga sifat-sifat kita, keinginan kita, apa yang terbesit sekalipun di dalam hati. Bukan seperti BOS kita yang ada diantor(tempat kerja), mungkin hanya mengenal kita sebagai karyawan, nama dan posisi kita ditempat kerja dan hal sedikit yang lainnya, hhhmmm.. atau mungkin juga lupa.

Dengan banyaknya nikmat itu, kita tahu bahwa Allah menyayangi kita.. Hingga… Niat yang terbesit dihati kita, niat baik akan dicatat sebagai pahala, namun untuk niat yang buruk, allah melarang malaikat untuk mencatanya dalam buku catatan. Dan menginginkan kita untuk bertaubat kepadaNYA..

Oleh karena itu, mari di bulan Ramadhan ini, kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Merenungkan seberapa banyak nikmat yang telah kita dapat. dan bertaubat. Sungguh Allah merindukan rintihan kita, duduk merunduk dan tangah menengadah, tanda harapan kita kepadaNYA.

Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits”

Kita pasti tahu, apa itu kebiasaan. Kebiasaan adalah sesuatu yang kita lakukan secara berulang-ulang disetiap harinya. Taukah kamu, bahwa kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari ini bisa kita rubah sesuai dengan yang kita mahu. Syaratnya harus dengan tekat yang kuat dan secara kontinyu. Jika kalian sudah merencanakan kebiasaan itu, dilakukan satu hari, dua hari hingga beberapa hari setelahnya. Namun pada hari tertentu, kamu menyerah dan tidak melakukan kebiasaan itu (seperti mengaji, sholat sunnah, tidur dan lebih awal/ bangun lebih awal)? maka, kita akan susah untuk membuat ulang “kebiasaan” itu, dan kembali ke siklus awal. Jadi, bagaimana cara kita konsisten dan membuat kebiasaan itu melekat pada diri kita? mari tengok disini:

1. Aturan 30 hari
Tahu maksudnya? Iya, menurut bukunya Felix siauw dengan judul “habits”. kebiasaan itu akan menjadi kebiasaan bagi kita jika melakukan kebiasaan itu lebih dari 23 hari secara kontinyu. Jangan sampe ‘skip’ pada hari-hari tertentu. Alhamdulillah, Ramadhan telah tiba. Kita sudah difasilitasi membuat kebiasaan baik itu. Selama 30 hari ini, mari kita memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih seperti melakukan (Sholat sunnah ‘dhuha’, Sholat subuh dimasjid berjamaah, baca alquran).
2. Apa yang kamu rencanakan, lakukan kebiasaan itu dengan terus menerus, dan jangan ‘skip’ karena malas. Hingga, kebiasaan itu sudah melekat padamu dan kamu merasa ada sesuatu yang hilang jika tidak melakukannya.
3. lakukan motivasi
Pikirkan apa alasanmu untuk membuat kebiasaan itu, dan keuntungan dari menjalankannya. Dan jika tidak melakukannya, apa dampaknya
4. Luruskan niat setiap harinya. Ingat bahwa yang kita lakukan adalah ibadah kepada Allah SWT semata.

Continue reading “Kebiasaan atau yang biasa kita kenal “Habits””

Persiapan menyambut Ramadhan tiba itu penting

Sekarang, kurang lebih 60 hari atau dua bulan lagi Ramadhan akan tiba. Sungguh kita semua sangat menantikan kedatangannya. Merindukan kedatangannya. Dan menginginkan cepatnya hari-hari yang berlalu sekarang ini agar cepat melangkahkan ke bulan ramadhan.

Namun, yang terpenting bagi kita, bukan dalam menantikan hari-hari itu datang dan merindukan dalam-dalam. Persiapan diri untuk menyambut datangnya ramadhan ini adalah hal yang paling penting. Karena kita akan berjuang mendekatkan diri dengan mengharapkan keridhoan Rab semesta alam di bulan suci ramadhan.Untuk itu, kita harus banyak-banyak berdoa agar diberi kesehatan sehingga dapat melakukan ibadah di bulan ramadhan dengan lancar. Tentu saja kita tidak ingin merasakan penyesalan karena kita telah termakan oleh waktu akibat dari kelalaian-kelalaian dan tidak optimal dari melakukan amalan-amalan di bulan Rhamadan.

Sebelum bulan ramadhan tiba, ada bulan-bulan yang sangat istimewa dan mempunyai keutamaan yang mungkin banyak muslim lupa terhadapnya, yaitu bulan Rajab dan bulan Sya’ban. Sesuai dengan hadist berikut ini : Continue reading “Persiapan menyambut Ramadhan tiba itu penting”

Perjuangan Islam tiada akhir (part 1)

Islam, memang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian dunia. Dimana banyak sekali kejadian-kejadian ekstrim yang melibatkan pemeluk keyakinan ini. Dan bahkan diperparah dari media-media sekuler yang menceritakan kebohongan demi kepentingan diri dan kelompoknya.  Dari masalah kepolitikan, keilmuwan, kesehatan, kependudukan, dan keekonomian. Namun, disini aku tidak menceritakan yang terlalu berbelit-belit, hanya sebagian kecil secara umum yang menjadi topik hangat di abad ini.

Langsung saja dari isu yang terdengar sebelumnya, sempat menjadi topik yang hangat tentang LGBT yang dilegalkan di negeri paman syam (Amerika) hingga menimbulkan perdebatan dan mulai berani munculnya komunitas pendukung-pendukung di hadapan publik. Kemudian, dari berita yang deklarasikan oleh amerika ini, menjadi pemicu negara-negara lain yang diperjuangkan oleh komnitas tersebut, dari Turki, UK, dan bahkan negeri tercinta ini, Indonesia, untuk melegalkan pernikahan sesama jenis. Namun, hanya beberapa negara yang dapat mempertahankan prinsipnya, yaitu mengharamkan nikah sesama jenis ini, terutama negara dengan penduduk yang prioritasnya adalah umat muslim. Tekanan yang masiv ini sangat dirasakan oleh berbagai negara, salah satunya adalah Turki. Dengan pemimpinnya yang terkenal kental dengan ke-Islamannya, melakukan kontra ditengah masyarakat yang sebagian sekuler.

Landasan mereka yang diambil dari berbagai artikel ilmiah, dapat disimpulkan bahwa mereka mengatakan mencintai sesama jenis adalah gen yang mungkin saja bisa terjadi (kasarannya seperti itu). Dengan mengesampingkan akal, logika dan moral sert menyertakan hawa nafsu yang membara di dalam dada. Jika memang hal tersebut ditinjau dalam ilmu sains, teknologi dan hal tersebut tidak berdampak pada kesehatan. Maka yang bisa dipegang sekarang bagi umat muslim ini hanyalah ‘faith’, kepercayaan. Melalui ini, kita bisa mempelajari dan mencari tahu dampak buruknya lgbt dalam ilmu sains (yang baru), yang dilandaskan pada asas keislaman. Karena sekarang ini (dalam keilmuwan modern), kita(islam) masih kalah dan belum bisa untuk membuktikannya.

…Read more

Yang dinilai prosesnya, bukan hasil akhirnya

Ramadhan 1436 Hijriah telah berakhir, pelatihan satu bulan kita telah usai, belum tentu kita sudah siap dari cobaan 11 bulan kedepan. Namun kendati demikian, tak henti – hentinya kita harus berusaha untuk selalu mengingat Allah SWT dengan cara melakukan kebiasaan – kebiasaan yang kita lakukan di bulan ramadhan.

Semua kita, harus tetap berusaha dalam pendekatan kepada sang Khaliq dalam keadaan apapun, bertingkah laku, makan, istirahat dan apapun segala aktivitas kita agar di setiap langkah bernilai pahala di hadapanNYA. Kita di dunia, tentu saja akan banyak sekali mengalami kesulitan-kesulitan dalam menjalani hidup. Dengan pahitnya hidup ini, kita tetap harus berusaha untuk berjalan lurus dalam jalanNYA dan meminta pertolongan dan petunjukNYA.

Kita tidak bisa harus diam dalam menghadapi hidup ini, apalagi jika kita sampai terlepas dari jalan yang telah ditentukan Allah SWT, yaitu di jalan islam. Sedikit kita menyimpang dari jalanNya, maka makin sara pulalah yang akan kita jalani di kehidupan kelak.

Perjuangan hidup ini, terdapat dalam kisah-kisah nabi dan orang-orang shaleh di zaman dahulu. Sedikit kisah nabi musa yang dalam dakwahnya menghadapi perlawanan oleh raja Fira’un hingga dikejar sampai ke lautan. Namun, Allah menyelamatkan nabi-Nya dengan menyuruhnya untuk memukul tongkatnya ke arah laut, sehingga terbelah lah laut itu menjadi dua. Kemudian Musa dan kaumnya melitasi laut itu untuk menyelamatkan dari dari serangan Fira’un.

Membelah Laut Merah.Peristiwa itu terjadi ketika Nabi Musa as. bersama para pengikutnya menyelamatkan diri dan pengejaran Fira`un. Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS. 26/Asy-Syu`aro: 63)

Kenapa Allah SWT menyuruh nabi Musa untuk memukulkan tongkatnya ke lautan? bukankah Allah maha tinggi ilmunya. Bukankah Allah bisa langsung menghancurkan kaum Fira’un? atau tanpa melakukan pemukulan tongkat, sehingga dengan sendirinya laut terbelah? Allah SWT pasti mempunyai banyak cara untuk menyelamatkan nabinya. Bukankah kita temukan ketidak wajaran dari surah ini, dari sebilah tongkat panjang yang dipukulkan, sehingga dapat membelah laut yang luas itu. Sungguh ini benar-benar diluar batas akal manusia. Lalu bagaimana kita harus mengambil hikmahnya?

Continue reading “Yang dinilai prosesnya, bukan hasil akhirnya”

Takdir Allah siapa yang tahu

Sekarang hari kamis, 29 Januari 2015. Di akhir liburan perkuliahan mulai memasuki semester genap. Dan aku mulai memasuki semester ke-8, berharap ini adalah semester terakhir bagiku untuk kuliah Sarjana di ITS. Doakan saya lulus tepat waktu ya guys.. 🙂 Belum lama rasanya aku menjadi maba, dan sekarang sudah menjadi yang tertua dari angkatan sarjana ini. Begitu cepat waktu berjalan dan begitu lama rasanya bagiku untuk menyesuaikan diri dalam hidup ini. Memulai untuk melanjutkan jenjang atau cukup rasanya untuk menjadi tulang punggung. Ahhh …. Continue reading “Takdir Allah siapa yang tahu”

Cerita di Mahameru (terpeleset di ketinggian 3676 mdpl puncak Mahameru)

Hari yang membosankan

Minggu ini sangat membosankan, benar – benar membosakan, di kos tidur, bangun , tidur lagi dan bangun hanya  untuk menegakkan tiang agama :). Ditengah – tengah liburnya perkuliahan, menonton, main pes itulah salah satu hiburanku. Berbeda dengan tahun lalu, banyak banyak sekali aktifitas yang mengantri untuk dieksekusi. Pagi hingga siang, siang hingga malam hingga berlanjut beberapa hari kedepannya. Berbagai film telah kutonton, namun berbeda pada hari minggu kali ini, semua film yang kutonton telah ludes (habis), hingga tersentak hati ingin mencari hiburan dan film yang baru.

Hari itu terasa segar, angin bersemilir dengan pelannya bak air mengalir dengan tenang. Lalu kunyalakan mesin motor dan hendak pergi kesuatu tempat. Diperjalanan, terlihat salah satu teman menyapa yang memberi kabar tentang mahameru yang ingin menjadi target selanjutnya untuk di daki. Candra namanya, teman seangkatan, Geomatika – ITS asli Jember. Seorang pecinta alam yang berpengalaman dalam hal gunung menggunung sejak sekolah menengah atas. Berbincang bincang sejenak dengan dongengnya, alhasil sayapun memutuskan untuk mengikuti pendakian itu. (Untuk mengisi liburan kali ini itu pasti sangat menyenangkan, batinku). Nanti malam jam 08.00 kumpul di kos, persiapkan barang – barang nanti gw sms katanya.

Persiapan yang matang 🙂

wahh. .. sekarang jam 03.00 sore, persiapan masih nihil. tas sepatu dan peralatan muncak masih nol (btw ini juga pertama kalinya gw muncak. hhehe). Lumayan lah gegara 5 cm jadi terbesit ke semeru. Meskipun nggak ada olahraga atau joging – joging untuk persiapan muncak. kan sudah olahraga dengan dikejar deadline untuk mempersiapkan peralatan muncak kali ini, hhehe. Mendengar kabar itu, gw langsung bergegas kembali ke kos untuk mempersiapkan barang – barang yang diperlukan disana.

Dengan si Candra langsung juga berangkat ke (Eager, Cosmed, Rei) dan berbagai toko lain untuk kebutuhan muncak. Sendal, sepatu, jaket, sleeping bag, matlas itu adalah peralatan pribadi yang harus dibawa. Tidak boleh tidak, kecuali hidupmu berada di kutub. Mungkin Mahameru masih terasa hangat. hhehe Kumandang magrib telah menyapa, kusegerakan untuk pulang, sholat  dan berdoa agar diselamatkan dalam pendakian hingga kembali ke Surabaya. Dan mempersiapkan kembali barang – barang yang diperlukan. Hingga sholat isya. Sepertinya ada yang lupa, namun memang sengaja gw tidak membeli tas karier ini, karena kantong mulai jebol dengan hanya memprioritaskan perlengkapan yang lain. Gw menghubungi beberapa teman yang bersedia untuk meminjamkan tasnya untuk kebutuhan saya ini. Dia adalah Koni, berbadan besar, tinggi dengan ciri khasnya yang  suka senyum dan tertawa, dia asli Surabaya, orang yang baik di angkatanku dengan pemikiran yang menarik dan unik. Sesegera gw mengunjunginya dan meminjam darinya.

Jam 08.00 malam telah berlalu, kusegerakan untuk berangkat dan berkumpul di tempat yang telah disepakati. Berkumpul disana, banyak dari teman – teman yang mengikuti pertualangan ini. Kami bersebelas orang, 9 orang laki – laki dan 2 perempuan. Tentunya orang terakirnya adalah saya. Ihsan, seorang yang kalem melankolis dari Bekasi. Gema, seorang yang besar, lantang suaranya dan tegas, dari Makasar. Tama, pernah menjadi komting dengan beberapa hari tenggang waktunya, dari Cianjur. Doni, teman yang sebidang denganku dalam organisasi kala itu, dari Kalimantan. Rahmat, dia adalah ketua angkatan geomatika – 2011, dari Madiun. Krisna, banyak yang bilang dia adalah seorang kuli. hahaha. Maksudnya, karena apapun permasalahan tentang dekorasi dan apapun itu, pasti diembatnya. Kalo gw bilang si dia serba bisa dan rapih, dia asli Blitar. Ardana, biasa dipanggil cemani. katanya karena sesuai dengan warna ayam cemani. Tapi gw bilang si dia tidak terlalu hitam, cocok lah untuk kas Indonesia, dia dari Kediri. Dan ceweknya Laelatul Qomariah, biasa dipanggil Ari dari Sidoarjo, seorang yang frontal perkataannya namun pas pada kondisi-situasi. dan yang terakhir seorang yang sering dibully oleh temen-temen dan banyak omongnya, sering kepo juga si, Ulul dari Mojokerto. Featured image

Berkumpul bersama, berdoa sebelum berangkat.

Perjalanan dimulai

Semua berkumpul dan berbincang – bincang satu sama lain. canda, tawa menyelimuti suasana persiapan kali ini sambi menunggu teman yang lain dan mengunggu angkot yang telah dipesan (carter). Kami kira – kira kena 15 ribu rupiah per orang. …Read more Mahameru

Try – Proposal Tugas Akhir – Analisis Perubahan Ionosfer dan Deformasi pada Letusan Gunung Merapi DIY

Mencoba mengepos contoh proposal ini untuk pertama kali. Karena daya pikir yang kurang mumpuni, kata yang terbayang melayang – layang tanpa satupun kalimat yang terkait, berfikir tepat namun tidak sesuai dengan apa yang terucap dan ketidakberdayaan membuat keelokan suatu pemikiran untuk menyusun kata – kata yang indah tepat dan akurat dalam pembuatan blog ini. (hehe intinya masih bingung tema yang ditulis apa dan bagaimana guys).

Daripada bingung – bingung, ini tulisan pertama saya sebenernya. Sebuah karya kebanggaan pada jenjang pendidikan S1 nantinya. Karena ini masih dalam proses pembuatan. Doakan semoga sukses dan selesai tepat waktu ya guys. 🙂

Kegiatan Tugas Akhir ini dilakukan pada akhir tahun(tahun ke 4) jenjang S1. Dengan background pendidikan saya yaitu, Geomatika – ITS. Saya memilih judul tersebut yang menghubungkan penerapan ilmu geodesy terhadap gempa yang ada di Indonesia. Continue reading “Try – Proposal Tugas Akhir – Analisis Perubahan Ionosfer dan Deformasi pada Letusan Gunung Merapi DIY”